Mudik kali ini
By D.E. Rianti Wednesday, September 22, 2010 Travel and Activity
Selamat Idul Fitri 1431 H Mohon Maaf Lahir dan Batin
Mudik kali ini... begini ceritanya...
Semangat banget deh pada awalnya coz saya libur cuti selama 2 minggu ... tiket kereta Turangga pulang pergi sudah ditangan ... wuih bakalan liburan panjang di kampung nih ...
Tetapi apa yang terjadi ...
Sampai di Temanggung cuaca sangatlah dingin sekali lebih dingin dari Sukabumi yang juga termasuk kota dingin di Jawa Barat... lalu masuk anginlah saya...demam pun menyusul ...yang ada bukannya wisata kuliner atau jalan-jalan kemana gitu setiap malam malah demam. Padahal ada yang namanya bakso uleg khas Temanggung, penasaran banget ma rasanya.
Lalu entah kenapa Farah ngambek dan kakinya bisa sampai ke mulut sampai berdarah karen kena kawat gigi dan akupun sariawan. Udah deman sariawan pula, tapi sariawan masih dalam batas hingga, lebaran ke dua...
On The Way Trenggalek...dari Temanggung lewat Ambarawa dan Salatiga maish dingin. Tibalah saatnya di Gemolog, Klaten. Mendadak jadi panas banget, mobil mertua tidak ber AC pula, keadaan tidak bertambah baik semakin ke timur semakin panas. Sariawanku menjadi sangat parah dan lagi-lagi saya demam hingga seminggu kemudian. Di Trenggalek cuma berkuliner di Nasi Lodho Pak Yusuf dan Bakso Pak Eli di Taman Basuki ( depan rumah ), Itu juga bersusah payah makannya karena sariawan.
Anehnya begitu sampai di Sukabumi sariawan yang tadinya perih banget kenapa jadi sembuh ya, apakah penyebabnya udara yang sangat panas, entahlah?
Yang membahagiakan adalah akhirnya adikku tersayang sudah bertunangan, dan insyaalloh akan menikah tahun depan, dan insyaalloh akan pindah ke Sukabumi.
Beginilah mudik kali ini yang bagaimanapu tetap menyenangkan :)
Mudik kali ini... begini ceritanya...
Semangat banget deh pada awalnya coz saya libur cuti selama 2 minggu ... tiket kereta Turangga pulang pergi sudah ditangan ... wuih bakalan liburan panjang di kampung nih ...
Tetapi apa yang terjadi ...
Sampai di Temanggung cuaca sangatlah dingin sekali lebih dingin dari Sukabumi yang juga termasuk kota dingin di Jawa Barat... lalu masuk anginlah saya...demam pun menyusul ...yang ada bukannya wisata kuliner atau jalan-jalan kemana gitu setiap malam malah demam. Padahal ada yang namanya bakso uleg khas Temanggung, penasaran banget ma rasanya.
Lalu entah kenapa Farah ngambek dan kakinya bisa sampai ke mulut sampai berdarah karen kena kawat gigi dan akupun sariawan. Udah deman sariawan pula, tapi sariawan masih dalam batas hingga, lebaran ke dua...
On The Way Trenggalek...dari Temanggung lewat Ambarawa dan Salatiga maish dingin. Tibalah saatnya di Gemolog, Klaten. Mendadak jadi panas banget, mobil mertua tidak ber AC pula, keadaan tidak bertambah baik semakin ke timur semakin panas. Sariawanku menjadi sangat parah dan lagi-lagi saya demam hingga seminggu kemudian. Di Trenggalek cuma berkuliner di Nasi Lodho Pak Yusuf dan Bakso Pak Eli di Taman Basuki ( depan rumah ), Itu juga bersusah payah makannya karena sariawan.
Anehnya begitu sampai di Sukabumi sariawan yang tadinya perih banget kenapa jadi sembuh ya, apakah penyebabnya udara yang sangat panas, entahlah?
Yang membahagiakan adalah akhirnya adikku tersayang sudah bertunangan, dan insyaalloh akan menikah tahun depan, dan insyaalloh akan pindah ke Sukabumi.
Beginilah mudik kali ini yang bagaimanapu tetap menyenangkan :)
Dari lembar ke delapan buku Novel Negeri 5 Menara
By D.E. Rianti Monday, June 07, 2010 BooksLembar ke delapan Novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi yang berisi untaian kata mutiara dari ulama terkenal Imam Syafii ini sangat menginspirasi dan memberi semangat dan motivasi bagiku, jadi penyiram kekeringan hati saat merasa jauh dari kampung halaman atau harus menjalani cinta yang terpisah samudra ( eh..selat deng ).
Begini bunyinya :
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan
Dari Imam Syafii, dikutip dari buku novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi
Gimana teman? masih ragu juga untuk melangkahkan kaki jauh dari kampung, demi kehidupan yang lebih baik.
Hm bagiku syair ini semakin memantapkan hatiku untuk terus belajar, bekerja, berjuang meski jauh dari keluarga dan teman di kota asalku ( hehe meski sekarang Ortu dah ngikutin gw gara-gara cucu ), aku menemukan teman-teman dan keluarga baru disini.
Demikian juga suamiku, aku akan selalu mendukung pilihan karirnya meskipun kami jadi terpisah jarak. Sulit memang, yang kupilih karena justru karena hidup itu cuma sekali dan semoga everything gonna be OK ( Amin.. insyaAlloh ).
Eh BTW kalo mo merantau jangan ke Jakarta yaks....udah penuh guys...ntar ujung-unjungnya malah kena gusur lagi, mending cari tempat lain aja deh yang tanahnya masih luas terbentang :P, konon katanya negeri kita kaya lho, jangan sampai orang luar yang mengeruk kekayaannya.
Begini bunyinya :
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan
Dari Imam Syafii, dikutip dari buku novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi
Gimana teman? masih ragu juga untuk melangkahkan kaki jauh dari kampung, demi kehidupan yang lebih baik.
Hm bagiku syair ini semakin memantapkan hatiku untuk terus belajar, bekerja, berjuang meski jauh dari keluarga dan teman di kota asalku ( hehe meski sekarang Ortu dah ngikutin gw gara-gara cucu ), aku menemukan teman-teman dan keluarga baru disini.
Demikian juga suamiku, aku akan selalu mendukung pilihan karirnya meskipun kami jadi terpisah jarak. Sulit memang, yang kupilih karena justru karena hidup itu cuma sekali dan semoga everything gonna be OK ( Amin.. insyaAlloh ).
Eh BTW kalo mo merantau jangan ke Jakarta yaks....udah penuh guys...ntar ujung-unjungnya malah kena gusur lagi, mending cari tempat lain aja deh yang tanahnya masih luas terbentang :P, konon katanya negeri kita kaya lho, jangan sampai orang luar yang mengeruk kekayaannya.
Ga sempet...ga sempet...ga sempet!!
By D.E. Rianti Friday, May 28, 2010 Thoughts
Ga sempet...
Ya ampyuun...rasanya dalam 5 bulan ini sering banget ngucapin thats word, semenjak dipindah tugaskan di bagian pelayanan rasanya sehari 24 jam serasa kurang. Rasanya susah sekali untuk tidak menjadi pelor ( nempel molor ). Tapi memang disiplin waktu tidur paling tidak bisa ngurangin stres aku di waktu kerja.
Dulu waktu kecil menjadi pegawai bank bagian customer service yang ramah kayanya pernah deh jadi cita-citaku, yang mungkin baru sekarang ini dikabulkan sama Alloh meski bukan di bank tapi di kantor Pajak ( jadi mesti tetep disyukuri sebenernya ). Meskipun ternyata namanya melayani orang itu sangatlah sulit apalagi ketika Wajib Pajak merasa tidak terlayani dengan baik tentang masalah perpajakannya dan ujung-ujungnya ya kami-kami yang didepan inilah yang menjadi sasaran kemarahan, sementara otak juga harus up to date dengan segala peraturan perpajakan, belum lagi kalo pas tanggal-tanggal akhir lapor SPT Masa bisa-bisa kerja rodi seharian mau istirahat makan aja kadang jadi serba salah sama Wajib Pajak yang mengantri. Manis asam dan asin rasanya sampai begitu pulang kerja langsung ambruk, main ma anak nelpon suami makan malam begitu habis Isya langsung tidur.
Padahal, aku masih pengin update blog, masih pengin bikin yoyo craft, masih pingin sekedar ngopi sambil nonton TV dll ( sampe-sampe bersyukur banget kalo itu semua ku bawa mimpi )
Pada awalnya memang stres banget rasanya, tapi kesininya ada juga hikmah yang bisa kuambil.
Pertama tentu saja belajar sabar.
Setelah kerja jadi pelayan rasanya hatiku ini jadi lebih kuat deh hehe...lama-lama misal ada yang marah-marah rasanya sampe pengin nangis ngedengerinnya tapi yo wis lupa setelah tidur.
Kedua
Kerja ketemu banyak orang setiap hari ternyata membuatku jadi punya banyak kenalan, sementara side jobku mengharuskan aku untuk selalu bertemu orang-orang baru setiap harinnya.
Ketiga
Lebih disiplin waktu, terutama kapan aku harus tidur biar pagi hari segar ( habis Isya ), kapan aku harus nganterin produk Oriflame pesanan pelanggan biar tidak mengganggu waktu kerja ( pulang kantor ), kapan aku harus online untuk order, promosi online, ato sekedar update blog dan facebook ( pagi habis subuh sampai jam 6 dan weeken ). Rasanya malah jadi teratur dan alhamdulillah level di Oriflame meningkat dari yang dulu langganan 3% sekarang langganan 6 %.
Keempat
Ikhlas dan bersyukur, bahwa apa yang terjadi padaku setiap harinya adalah sudah ketentuan Alloh dan aku hanya bisa terus menjalaninya meski senang meski susah dan bahwa meskipun sangat melelahkan dari situlah Alloh masih memberiku rejeki yang harus sangat kusyukuri.
Alhamdulillah masih bisa posting blog ... meski Ga sempat juga nyelesein navbar blog yang masih bawaan template.
Ya ampyuun...rasanya dalam 5 bulan ini sering banget ngucapin thats word, semenjak dipindah tugaskan di bagian pelayanan rasanya sehari 24 jam serasa kurang. Rasanya susah sekali untuk tidak menjadi pelor ( nempel molor ). Tapi memang disiplin waktu tidur paling tidak bisa ngurangin stres aku di waktu kerja.
Dulu waktu kecil menjadi pegawai bank bagian customer service yang ramah kayanya pernah deh jadi cita-citaku, yang mungkin baru sekarang ini dikabulkan sama Alloh meski bukan di bank tapi di kantor Pajak ( jadi mesti tetep disyukuri sebenernya ). Meskipun ternyata namanya melayani orang itu sangatlah sulit apalagi ketika Wajib Pajak merasa tidak terlayani dengan baik tentang masalah perpajakannya dan ujung-ujungnya ya kami-kami yang didepan inilah yang menjadi sasaran kemarahan, sementara otak juga harus up to date dengan segala peraturan perpajakan, belum lagi kalo pas tanggal-tanggal akhir lapor SPT Masa bisa-bisa kerja rodi seharian mau istirahat makan aja kadang jadi serba salah sama Wajib Pajak yang mengantri. Manis asam dan asin rasanya sampai begitu pulang kerja langsung ambruk, main ma anak nelpon suami makan malam begitu habis Isya langsung tidur.
Padahal, aku masih pengin update blog, masih pengin bikin yoyo craft, masih pingin sekedar ngopi sambil nonton TV dll ( sampe-sampe bersyukur banget kalo itu semua ku bawa mimpi )
Pada awalnya memang stres banget rasanya, tapi kesininya ada juga hikmah yang bisa kuambil.
Pertama tentu saja belajar sabar.
Setelah kerja jadi pelayan rasanya hatiku ini jadi lebih kuat deh hehe...lama-lama misal ada yang marah-marah rasanya sampe pengin nangis ngedengerinnya tapi yo wis lupa setelah tidur.
Kedua
Kerja ketemu banyak orang setiap hari ternyata membuatku jadi punya banyak kenalan, sementara side jobku mengharuskan aku untuk selalu bertemu orang-orang baru setiap harinnya.
Ketiga
Lebih disiplin waktu, terutama kapan aku harus tidur biar pagi hari segar ( habis Isya ), kapan aku harus nganterin produk Oriflame pesanan pelanggan biar tidak mengganggu waktu kerja ( pulang kantor ), kapan aku harus online untuk order, promosi online, ato sekedar update blog dan facebook ( pagi habis subuh sampai jam 6 dan weeken ). Rasanya malah jadi teratur dan alhamdulillah level di Oriflame meningkat dari yang dulu langganan 3% sekarang langganan 6 %.
Keempat
Ikhlas dan bersyukur, bahwa apa yang terjadi padaku setiap harinya adalah sudah ketentuan Alloh dan aku hanya bisa terus menjalaninya meski senang meski susah dan bahwa meskipun sangat melelahkan dari situlah Alloh masih memberiku rejeki yang harus sangat kusyukuri.
Alhamdulillah masih bisa posting blog ... meski Ga sempat juga nyelesein navbar blog yang masih bawaan template.
When a friend has gone...
By D.E. Rianti Thursday, May 20, 2010 ThoughtsPada awal bulan ini aku dan semua teman dikantor dikejutkan oleh meninggalnya seorang teman lama, karena sakit yang diderita. Bagiku kepergiannya meninggalkan kesan yang sangat dalam, bukan karena aku melihat saat-saat terakhirnya tapi juga karena kepergiannya yang begitu cepat dan anak-anak yang masih kecil. Kebetulan kami sekeluarga memang berteman karena almarhum, isterinya, aku dan suamiku pernah satu kantor beberapa lama dan tetap menjadi teman keluarga hingga kini.
Dalam rasa sedih yang mendalam banyak pelajaran yang bisa kuambil dari semuanya tentang keikhlasan...
Bahwa semuanya pun anak-anak muda tua tak akan lepas dari kematian, kematian hanyalah masalah waktu, sekaranng besok atau nanti.Manuasia akan meninggalkan atau ditinggalkan orang-orang yang dicintai. Meski rasanya sedih ditinggalkan ataupun belum rela meninggalkan sebagai orang beriman haruslah siap setiap saat. Dan memang semua yang ada di bumi ini adalah milik Alloh maka kita harus ikhlas dan berharap dengan demikian akan mendapat Ridhonya. Dan ketika hari saat temanku pergi dia telah berucap kepada isterinya bahwa dia ikhlas, dan isterinya menjawab bahwa dia juga ikhlas...tak ada yang bisa menghentikan ketika Dia telah berkehendak dan keikhlasanlah yang akan menjadi penguat hidup yang ditinggalkan juga mungkin akan memudahkan perjalanan bagi yang menghadapNya.Wallohu alam.
Menjadi seorang janda tentu sama sekali tak ada dalam rencana hidupnya,,,tapi kenyataannya itu menimpanya. Bahwa dia yang dulu sangat bergantung dengan suaminya kini harus Mandiri, larut dalam kesedihan bukanlah penyelesaian, bangkit dan terus melangkah adalah pilihan yang tepat meski hati meratap, demi anak-anak. Aku salut melihat kegigihan temanku di minggu-minggu pertama setelah dia ditinggalkan. Bukan berlama-lama cuti tapi segera masuk kerja lagi, berusaha terlihat tegar di depan anak-anak agar emosi anak-anaknya juga tegar. Meski kadang masih mengangis sesenggukan namun dia berusaha tetap tersenyum. Keikhlasan yang terucap telah dibuktikan...
Teman banyak hal yang kupelajari dari musibah yang menimpa keluargamu, tentang keikhlasan dan tentang kehidupan...dan akupun terus menua, semuanya juga...tapi apa yang sudah kupunya ( kaupunya ) mungkin belum seberapa...tak usah tanya jadi harus bagaimana...
Dalam rasa sedih yang mendalam banyak pelajaran yang bisa kuambil dari semuanya tentang keikhlasan...
Bahwa semuanya pun anak-anak muda tua tak akan lepas dari kematian, kematian hanyalah masalah waktu, sekaranng besok atau nanti.Manuasia akan meninggalkan atau ditinggalkan orang-orang yang dicintai. Meski rasanya sedih ditinggalkan ataupun belum rela meninggalkan sebagai orang beriman haruslah siap setiap saat. Dan memang semua yang ada di bumi ini adalah milik Alloh maka kita harus ikhlas dan berharap dengan demikian akan mendapat Ridhonya. Dan ketika hari saat temanku pergi dia telah berucap kepada isterinya bahwa dia ikhlas, dan isterinya menjawab bahwa dia juga ikhlas...tak ada yang bisa menghentikan ketika Dia telah berkehendak dan keikhlasanlah yang akan menjadi penguat hidup yang ditinggalkan juga mungkin akan memudahkan perjalanan bagi yang menghadapNya.Wallohu alam.
Menjadi seorang janda tentu sama sekali tak ada dalam rencana hidupnya,,,tapi kenyataannya itu menimpanya. Bahwa dia yang dulu sangat bergantung dengan suaminya kini harus Mandiri, larut dalam kesedihan bukanlah penyelesaian, bangkit dan terus melangkah adalah pilihan yang tepat meski hati meratap, demi anak-anak. Aku salut melihat kegigihan temanku di minggu-minggu pertama setelah dia ditinggalkan. Bukan berlama-lama cuti tapi segera masuk kerja lagi, berusaha terlihat tegar di depan anak-anak agar emosi anak-anaknya juga tegar. Meski kadang masih mengangis sesenggukan namun dia berusaha tetap tersenyum. Keikhlasan yang terucap telah dibuktikan...
Teman banyak hal yang kupelajari dari musibah yang menimpa keluargamu, tentang keikhlasan dan tentang kehidupan...dan akupun terus menua, semuanya juga...tapi apa yang sudah kupunya ( kaupunya ) mungkin belum seberapa...tak usah tanya jadi harus bagaimana...
Prana Estate Sukabumi : Hunian segar dan nyaman di tengah kota Sukabumi
By D.E. Rianti Saturday, April 10, 2010 Thoughts

Seminggu sudah menempati rumah baru di Prana Estate Sukabumi, alhamdulillah.
Prana Estate dikembangkan oleh pengembang PT. Inti Innovaco, di bangun di atas bekas area persawahan dan perbukitan di Jl. Prana, Kecamatan Cikole Kota Sukabumi. Keluarga kami memutuskan membeli perumahan ini karena selain jarak ke pusat kota yang dekat hanya kurang lebih 5 menit naik kendaraan bermotor, juga harganya yang terjangkau bahkan tergolong murah untuk ukuran lokasinya yang sangat dekat dengan pusat kota Sukabumi.
Selain itu, Prana Estate menawarkan pemandangan alami pedesaan seperti perbukitan ( asli lho bukan buatan ), sawah disekelilingnya, karena berada di atas bukit bila memandang ke atas, langit terlihat luas dengan pegunungan nampak di kejauhan. Subhanalloh.
Yang paling kami sukai adalah udaranya yang masih terasa bersih, dan pencahayaan yang bagus ke seluruh ruangan, juga masih ada sisa tanah untuk halaman sedikit di belakang dan lumayan luas di belakang. Kondisi bangunannya juga benar-benar siap huni, bukan masalah bila belum ada dana untuk renovasi ( kecuali untuk type 41 masih perlu finishing untuk dapur )
Tersedia dalam berbagai type 41/80, 50/105, type 63 dan type 72.
Hanya satu yang kami sayangkan, untuk rumah type 50 yang kami beli yaitu temboknya yang jadi satu sama tetangga. Mungkin ini yang membuat harga menjadi lebih terjangkau. Sebenernya tersedia juga type dengan tembok double/ masing-masing, yaitu type 63 dan 72 tentu saja harganya menjadi berbeda ya...
Bila Anda sedang mencari perumahan untuk tempat tinggal di Sukabumi, dengan konsep sederhana tapi indah dengan suasana pedesaan Sukabumi nan sejuk, perumahan ini saya rekomendasikan untuk Anda. Silahkan hubungi kantor pemasaran dengan nomor telepon (0266) 6248282.

Prana Estate dikembangkan oleh pengembang PT. Inti Innovaco, di bangun di atas bekas area persawahan dan perbukitan di Jl. Prana, Kecamatan Cikole Kota Sukabumi. Keluarga kami memutuskan membeli perumahan ini karena selain jarak ke pusat kota yang dekat hanya kurang lebih 5 menit naik kendaraan bermotor, juga harganya yang terjangkau bahkan tergolong murah untuk ukuran lokasinya yang sangat dekat dengan pusat kota Sukabumi.
Selain itu, Prana Estate menawarkan pemandangan alami pedesaan seperti perbukitan ( asli lho bukan buatan ), sawah disekelilingnya, karena berada di atas bukit bila memandang ke atas, langit terlihat luas dengan pegunungan nampak di kejauhan. Subhanalloh.
Yang paling kami sukai adalah udaranya yang masih terasa bersih, dan pencahayaan yang bagus ke seluruh ruangan, juga masih ada sisa tanah untuk halaman sedikit di belakang dan lumayan luas di belakang. Kondisi bangunannya juga benar-benar siap huni, bukan masalah bila belum ada dana untuk renovasi ( kecuali untuk type 41 masih perlu finishing untuk dapur )
Tersedia dalam berbagai type 41/80, 50/105, type 63 dan type 72.
Hanya satu yang kami sayangkan, untuk rumah type 50 yang kami beli yaitu temboknya yang jadi satu sama tetangga. Mungkin ini yang membuat harga menjadi lebih terjangkau. Sebenernya tersedia juga type dengan tembok double/ masing-masing, yaitu type 63 dan 72 tentu saja harganya menjadi berbeda ya...
Bila Anda sedang mencari perumahan untuk tempat tinggal di Sukabumi, dengan konsep sederhana tapi indah dengan suasana pedesaan Sukabumi nan sejuk, perumahan ini saya rekomendasikan untuk Anda. Silahkan hubungi kantor pemasaran dengan nomor telepon (0266) 6248282.

